Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

Writing Through Grief

Tidak pernah terpikirkan bahwa menulis akan menjadi se-rajin ini. Dari dulu memang suka menulis. Pada jamannya, hampir kebanyakan anak sekolah mempunyai diary . Menuliskan apa kegiatan sehari-harinya. Iya dulu nulisnya per hari loh. Meskipun setiap harinya ya gitu-gitu aja. Wkwk. Kadang seru, kadang biasa. Kalau seru panjaaaaaaang kali nulisnya. Kalau biasa ya kadang biasa aja bahkan terkadang nggak nulis saking biasanya hari berlalu. Menginjak dewasa, teknologi semakin canggih, menulis semakin jarang. Sesekali saya menulis di buku catatan kecil kemudian menuliskan kembali di- office word . Pernah dulu saya menangis karena tulisan yang saya simpan di-pc komputer rumah hilang sekejap mata karena pc terserang virus. Data yang tersimpan sama sekali tidak ada yang dapat diselamatkan. Marah-marah ke ayah, kenapa sih kalau memasukkan flashdisk nggak di- scanning dulu, kan jadi kemasukan virus deh pc-nya. Tapi menangis dan marah pun tidak membuat data-data dalam pc terselamatkan....

A Mom of Two Boys

Pasca kelahiran karena IUFD itu sepi. Tidak ada isak tangis bayi. Tidak ada begadang tengah malam. Tidak ada kerempongan menyusui. Yang ada adalah isak tangis dalam hati si ibu, atau bapak atau keluarga yang lain. Yang ada adalah kram perut dan rasa nyeri karena pembekakan payudara. Mas Muhammad, Dek Ali... Yang akur ya nak. Pasti kalian lagi main sepak bola seperti yang selalu bapak katakan. Nanti jemput bapak dan ibu di surga ya nak. Kami sayang kalian berdua.

Catatan di Telepon Genggam (Part 2)

Probolinggo, 2 Desember 2019 (18.26 wib) Rindukah Engkau kepada rintihan kami Ya Allah? Rencana apa yang Engkau siapkan untuk kami berdua Ya Allah? Tidak, kali ini kami tidak marah ataupun kecewa kepadaMu. Insya Allah kami yakin. Atau mungkin lebih tepatnya kami mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa ini memang yang terbaik untuk kami. Maafkan kami yang masih juga sedih dan berusaha untuk sepenuhknya ikhlas dan sabar, Ya Allah. Kami yakin Engkau mampu kuatkan kami. Probolinggo, 10 Desember 2019 (09.45 wib) H+5 setelah proses lahiran. Obat yang diresepkan pasca operasi telah habis. Kram di bagian perut mulai terasa. Ketika BAK dan BAB rasanya penuh perjuangan sambil sesekali merintih kesakitan. Jalan pun terkdang harus sedikir menunduk untuk mengurangi rasa sakit. Sejak kemarin siang, payudara kiri terasa bengkak dan nyeri. Bertanya dalam hati ini kenapa. Mau tanya ibu atau kakak perempuan, keduanya masih kerja. Nggak mau ganggu via whatsapp. Akhirnya menco...

Catatan di Telepon Genggam (Part 1)

Banjarbaru, 17 September 2019 (09.40 wita) Teruntuk calon anakku yang usianya sekarang memasuki 12 minggu di dalam perut ibuk, yuk kita sama-sama kerja sama saling menguatkan satu sama lain. Ibuk dan bapak baru beli sepaket essential oil, berharap mudah-mudahan dapat menunjang kehamilan ibuk kali ini. Salah satu wujud ikhtiar kami berdua, calon orang tua adek, supaya ibuk dapat menjalani kehamilan kali ini lebih sehat, lebih rileks dan lebih legowo. Kita sama-sama berjuang ya, dek. Bantu ibuk untuk selalu semangat. Karena ibuk pengen banget ketemu adek. Banjarbaru, 5 November 2019 (19.51 wita) Hamil kali ini bener-bener dilatih ke-zetrongan-nya alias nggak boleh manja alias harus banyak ngerti satu sama lain (saya dan suamik). Kenapa begitu? Karena suamik makin kesini makin sibuk. Alhamdulillah. Insya Allah rezekinya si anak. Bulan pertama hamil, ditinggal suamik ke Jakarta tiga hari dua malam. Bulan kedua aman. Bulan ketiga ditinggal suamik ke Banjarma...

Kangen Jahit

Kangen jahit Kangen bikin pola Kangen terima pesanan menantang dari customer Kangen mencoba tutorial yang sudah dibeli Kangen pilih dan matching-in kain dan printilannya Kangen kerja rodi sampai larut sampai kadang dimarahi suami hehehe Kangen terima duit hasil jualan tas Kangen nginjek pedal mesin jahit Kangen rumah yang berantakan karena kain dan printilan yang berserakan Yaa gitu Kangen Tapi... Ada hal yang harus diprioritaskan Yang membutuhkan jauh lebih banyak perhatian sehingga harus denga berat hati melepaskan rutinitas tadi Sesuatu yang beberapa kali datang dan saat ini nggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini Bismillah semoga yang prioritas ini dapat berjalan dengan lancar. Aamiin. Banjarbaru, 13 November 2019 (17.10 wita)

Romatis itu...

Romantisnya suami istri itu nggak perlu coklat atau bunga atau hadiah di setiap tanggal-tanggal spesial. Cukup dengan matiin mejikom, nutup sisa nasinya pakai lap bersih, masukin sisa lauk / sayur ke kulkas, dan matiin lampu dapur. Itu sudah romantiiiiiiiiissss banget. Versi aku. Hihihi. Makasih bapak. Sudah banyak bantu ibuk. Ai lop lop lop yuuuu so much. Banjarbaru, 8 Oktober 2019 (11.49 wita)

Pengalaman IUFD Pertama (Part 2)

Mas Muhammad usia 19/20 minggu Kalau di bagian pertama saya menulis tentang apa itu IUFD dan pertama kalinya saya mendengar istilah IUFD. Kali ini saya akan menuliskan tentang tindakan dan perawatan yang dokter terapkan ketika saya mengalami kasus IUFD di tahun 2018 lalu.  Tindakan dan perawatan. Penerbangan kami seharusnya jam 2 siang WITA, tapi kami sampai di bandara Juanda jam 6 sore WIB karena pesawat sempat mengalami delay selama kurang lebih 3 jam. Sesampainya di bandara, orang tua dan om saya sudah menanti untuk menjemput kami berdua. Dalam perjalanan menuju kota kelahiran saya, kami hanya sempat mampir untuk makan malam kemudian langsung melanjutkan perjalanan. Setibanya di kota kelahiran, Sabtu malam, waktu menunjukkan jam 10 lewat. Ibu meminta saya untuk langsung menuju salah satu rumah sakit swasta tempat dimana saya akan melakukan perawatan. Melakukan pendaftaran dan menceritakan kronologis kejadian, kami diminta perawat untuk menunggu karena dokter jag...

Mengenal IUFD dan Pengalaman Pribadi (Part 1)

Ibu dan peyut buncitnya Hai-hai. Lama tidak muncul, tahu-tahu muncul dengan topik yang sedikit agak berat.  Heuhehe. Nggak apa-apa yaa. Kalau kurang berkenan boleh banget di-skip. Apa itu IUFD? IUFD atau Intrauterine Fetal Death  adalah kondisi janin yang meninggal   di dalam kandungan setelah kehamilan berusia 20 minggu. * Saat bayi dilahirkan, namun tidak terdapat tanda-tanda kehidupan, seperti bernapas, detak jantung, atau pergerakan tubuh, maka bayi tersebut dikatakan mengalami  stilbirth atau lahir mati . Pada  stillbirth , bayi mungkin meninggal ketika dalam proses persalinan ( intrapartum death ), atau bayi memang sudah meninggal ketika masih berada di dalam rahim atau di dalam kandungan Ibu. ** Berdasarkan beberapa artikel yang saya baca, sebagian besar kasus IUFD tidak dapat diketahui secara pasti penyebabnya. Namun adapula beberapa artikel yang mengatakan bahwa kematian janin dalam kandungan dapat disebabkan oleh beberapa faktor,...

Ali

Ali bin Nur Kholis Majid Lahir / Wafat : 4 Desember 2019 Selamat datang di surganya Allah SWT, dek. Jangan takut, ada Mas Muhammad yang sudah siap menyambut adek disana. Bapak dan Ibu akan selalu mendoakan mas dan adek. Sampaikan salam rindu kami untuk mas ya. Jemput Bapak dan Ibu nanti ya, nak. Sampai jumpa lagi. We love both of you.