Tidak pernah terpikirkan bahwa menulis akan menjadi se-rajin ini. Dari dulu memang suka menulis. Pada jamannya, hampir kebanyakan anak sekolah mempunyai diary . Menuliskan apa kegiatan sehari-harinya. Iya dulu nulisnya per hari loh. Meskipun setiap harinya ya gitu-gitu aja. Wkwk. Kadang seru, kadang biasa. Kalau seru panjaaaaaaang kali nulisnya. Kalau biasa ya kadang biasa aja bahkan terkadang nggak nulis saking biasanya hari berlalu. Menginjak dewasa, teknologi semakin canggih, menulis semakin jarang. Sesekali saya menulis di buku catatan kecil kemudian menuliskan kembali di- office word . Pernah dulu saya menangis karena tulisan yang saya simpan di-pc komputer rumah hilang sekejap mata karena pc terserang virus. Data yang tersimpan sama sekali tidak ada yang dapat diselamatkan. Marah-marah ke ayah, kenapa sih kalau memasukkan flashdisk nggak di- scanning dulu, kan jadi kemasukan virus deh pc-nya. Tapi menangis dan marah pun tidak membuat data-data dalam pc terselamatkan....
Pasca kelahiran karena IUFD itu sepi. Tidak ada isak tangis bayi. Tidak ada begadang tengah malam. Tidak ada kerempongan menyusui. Yang ada adalah isak tangis dalam hati si ibu, atau bapak atau keluarga yang lain. Yang ada adalah kram perut dan rasa nyeri karena pembekakan payudara. Mas Muhammad, Dek Ali... Yang akur ya nak. Pasti kalian lagi main sepak bola seperti yang selalu bapak katakan. Nanti jemput bapak dan ibu di surga ya nak. Kami sayang kalian berdua.