Skip to main content

2018

It's been a tough year.

Januari 2018, diawali dengan perginya calon bayi harapan keluarga.
Muhammad, kami memberinya nama.
Harus pergi di usia kandungan enam bulan.
Terpukul.
Bahkan rasanya seperti tak mampu lagi melanjutkan hidup.
Lalu teringat suami yang tertidur pulas di samping ranjang rumah sakit, mimi dan ibuk yang bergantian menjaga setiap malam.
Semangat untuk memulai kembali bangkit pun perlahan muncul.
Membangunkan jiwa dan raga yang rapuh ini.

"Le, ibuk nggak kuat lihat kamu.
Nggak sanggup, le.
Nggak apa-apa ya kalau ibuk inget kamu waktu di dalam perut saja.
Biarkan memori indah ini yang ibuk simpan.
Suara detak jantung kamu.
Gerakanmu ketika di USG.
Dan sentuhan halus ketika kamu tendang perut ibuk."

Sekarang November 2018, sebelas bulan berlalu.
No, it's not easy at all. 



Yogyakarta, 15 November 2018 (14.00 WIB)
Kronology Coffee

Comments