Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Me Time

Me time (noun) Time spent relaxing on one's own as opposed to working or doing things for others, seen as an opportunity to reduce stress or restore energy. [https://en.oxforddictionaries.com/definition/me_time] Sebagai seorang istri yang mengurus rumah saja dan sesekali bebikinan yang menghasilkan uang jajan, waktu me time saya melimpah ruah. Dimulai ketika suami berangkat kerja, nyender di sofa sambil mainan hp. Cek medsos. Biasanya sejam (kalau inget cucian dan orderan tas). Setelahnya saya kembali ke dapur, beberes sisa masak untuk sarapan. Terkadang diselingi dengan cuci dan jemur baju. Dilanjut beberes kamar tidur. Nyapu dan ngepel rumah mungil yang halamannya lebih luas dari ukuran rumah. Kemudian mandi, sarapan dan bersiap di depan mesin jahit. Di depan mesin jahit inilah salah satu me time yang menghabiskan waktu paling banyak. Terkadang sampai lupa waktu. Kalau perut terasa keroncongan dan badan agak kram berarti waktunya untuk istirahat. Bisa dibilang...

IRT - istri rumah tangga

Buka-buka blog lagi dan ternyata ada tulisan tiga tahun lalu yang belum sempat ter-publish. Daripada hanya jadi draft, lebih baik dikeluarkan saja. Monggo... Banjarbaru, Maret 2015 "Piye nduk kabare? Sehat? Kerasan?" "Mbak, gimana disana? Rame ndak? Betah?" "Assalamualaikum Bu, bagaimana disana? Kerasan ya? Kesibukannya apa sekarang?" "Mbak, disana sampean ngapain aja? Sudah kerja? Katanya peluang kerja disana lebih besar loh. Apalagi kalau lulusan Jawa pasti lebih diperhitungkan." "Dek, sudah ada tetangganya? Kalau belanja gimana? Pasarnya jauh nggak?" Itulah sebagian kecil pesan yang sering saya terima semenjak saya pindah domisili mengikuti suami ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Hampir setiap hari ada yang menghubungi saya baik itu via telepon ataupun pesan singkat. Baik itu keluarga terdekat, kerabat atau teman kerja dulu. Awalnya jengah sampai kadang uring-uringan. Dan kalau sudah ur...

2018

It's been a tough year. Januari 2018, diawali dengan perginya calon bayi harapan keluarga. Muhammad , kami memberinya nama. Harus pergi di usia kandungan enam bulan. Terpukul. Bahkan rasanya seperti tak mampu lagi melanjutkan hidup. Lalu teringat suami yang tertidur pulas di samping ranjang rumah sakit, mimi dan ibuk yang bergantian menjaga setiap malam. Semangat untuk memulai kembali bangkit pun perlahan muncul. Membangunkan jiwa dan raga yang rapuh ini. "Le, ibuk nggak kuat lihat kamu. Nggak sanggup, le. Nggak apa-apa ya kalau ibuk inget kamu waktu di dalam perut saja. Biarkan memori indah ini yang ibuk simpan. Suara detak jantung kamu. Gerakanmu ketika di USG. Dan sentuhan halus ketika kamu tendang perut ibuk." Sekarang November 2018, sebelas bulan berlalu. No, it's not easy at all.  Yogyakarta, 15 November 2018 (14.00 WIB) Kronology Coffee

Sekali Saja

di permukaan perasaan yang dalam ingin sekali sebenarnya terucap tak di asa lagi hingga tumbuh rasa hati dan berakhir jiwa terasa sepi aku tak bisa terus begini aku tak bisa mengatakan yang sesungguhnya tak bisa menunggu lagi pesan ini ku sampaikan sekali lagi ku beri kesempatan terakhirmu teringat pertama menyentuh ku tahu tak mudah jalani denganmu ku lewati dalamnya lembah hidup mengartikan tujuan si langit biru - oleh Isyana Sarasvati