Skip to main content

Celotehan Pagi Menjelang Siang

Selamat pagi waktu Indonesia tengah, 

Boleh dibilang saya memang lebih sering menulis di pagi hari, saat suami sudah berangkat kerja, saat kerjaan beberes rumah terkadang belum selesai (ps: newbie housewife :p) dan pastinya saat internet masih on. Di rumah kami memakai layanan internet dari operator Ax** yang mana sinyalnya jauh lebih kencang dibanding dengan operator 'merah' itu. Dan kuota yang kami beli 8GB dengan pemakaian 7 GB di jam 00.00-12.00 dan 1 GB di jam 12.00-00.00. Jadi pagi hari pemakaian internet harus dimaksimalkan :D

Ini bagian yang ingin saya celotehkan...
Ceritanya kemarin ada partner kerja lama tiba-tiba menghubungi saya. Chat baris pertama dimulai dengan bertanya kabar, kemudian langsung disambung dengan pertanyaan "wes dadi a lik?" (baca: sudah jadi?). Kami berdua sama-sama pasangan baru menikah. Hanya terpaut kurang lebih satu bulan. Pertanyaan di atas ketika ditujukan kepada pasangan baru tentunya adalah tentang apakah sudah hamil atau belum. Well, dia memang bukan yang pertama bertanya hal tersebut. Semenjak saya menikah bulan Februari lalu, sebulan setelahnya pertanyaan itu mulai bermunculan mulai dari saudara ataupun teman. Alhamdulillah, saya masih bersyukur karena keluarga terdekat saya dan sahabat-sahabat terbaik saya tak sampai hati mengajukan pertanyaan serupa karena mereka pasti mempunyai keyakinan bahwa berita baik tersebut pasti akan langsung saya sampaikan tanpa mereka bertanya sekalipun.

Ketika partner kerja saya mengirimkan chat tersebut, raut wajah saya langsung berubah ke manyun mode on, mood swing saya juga kambuh. Astaghfirullah. Saat itu suami berada di dekat saya, langsung saya bertanya beberapa pertanyaan ke dia : "Mas, semenjak kita nikah, ada nggak yang tanya ke mas, istrinya sudah hamil belum pak? Berapa banyak yang tanya?" jawabnya "Ada, banyak. Kenapa, dek?". Masih dengan manyun mode on saya bercerita, "Ada teman kerja lama yang tiba-tiba nge-whatsapp trus tanya 'wes dadi a lik?' kesel aja, mas. Bosen juga ditanya begitu." Lalu jawabnya, "Oalah...sabar aja. Nanti kita pulang ke Jawa pasti ada pertanyaan begitu loh. Mungkin juga banyak. Gimana hayoo. Yang sabar yaa." diikuti dengan senyumnya yang menyejukkan hati.

Memang benar bahwa pertanyaan serupa pasti akan berdatangan, dengan modifikasi pertanyaan. Yang belum menikah ditanya kapan menikah, yang belum diberikan keturunan ditanya sudah hamil atau belum, bahkan yang sudah diberikan keturunan masih akan ditanya kenapa begini dan kenapa begitu, sudah ini atau belum dan sebagainya. Entah kenapa manusia suka sekali bertanya hal yang dikira sepele namun tanpa kita sadari justru bisa menyakiti orang lain. Astaghfirullah. Saya yakin hampir semua manusia mengalami fase tersebut, dimana seharusnya bisa membuat mereka lebih bijaksana dalam mengajukan pertanyaan kepada lawan bicaranya. Saya tahu bagaimana rasanya ditanya kapan menikah berkali-kali disaat usia saya memasuki usia matang untuk menikah. Rasanya? Sedih. Sejak saat itulah saya berjanji kepada diri saya sendiri bahwa saya tidak akan menyakiti teman-teman saya dengan pertanyaan serupa. Cukup saya selipkan dalam doa dan saya sampaikan kepada Sang Pemilik segalanya. Lha wong di kitab suci agama saya juga sudah dijelaskan bahwa jodoh, rezeki dan maut adalah rahasia Illahi. Saya percaya bahkan sangat percaya bahwa Allah Ta'ala tahu kapan rezeki harus diturunkan kepada hambaNya. DIA jauh lebih mengerti kapan waktu terbaik untuk saya dan suami harus mengemban tugas sebagai orang tua. Mudah-mudahan saya bisa lebih mampu untuk mengontrol emosi saya ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertuju kepada saya. Aaamiin Allahumma Aamiin.

Setelah berceloteh ini itu, ijinkan saya untuk mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Time flies. Alhamdulillah Ya Allah masih bisa bertemu Ramadhan lagi. Alhamdulillah yang tidak henti-hentinya karena bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dengan status baru sebagai seorang istri. Selamat menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah pendukung lainnya. Semoga Allah Ta'ala selalu memberikan ampunanNya dan keberkahanNya kepada kita. Aamiin.




Banjarbaru, 20 Juni 2015 (11:24 WITA)

Comments